Sabtu, 11 Desember 2010

Tips Hindari Kandungan Berbahaya Es Cendol

Menurut Drh A A Nyoman Merta Negara dari Badan POM RI, bahan-bahan berbahaya itu diduga masih digunakan dalam jajanan di sekolah-sekolah dengan maksud dan tujuan yang tertentu. Seperti bakso, lontong, es sirup berwarna merah, kerupuk merah dan mie basah. Untuk mengetahui apakah jajanan tersebut mengandung bahan berbahaya sangatlah mudah. Yaitu dengan memperhatikan bentuk dan warna jajanan tersebut. Bahan kimia boraks yang merupakan bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoak. Sinonimnya natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat. Sifatnya berwarna putih dan sedikit larut dalam air dapat membuat kenyal pangan, seperti bakso dan lontong.
Bakso yang sudah mengandung borak, lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks. Kalau digigit akan kembali ke bentuk semula. Tahan lama atau awet beberapa hari. Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu-abu segar merata di semua bagian, baik di pinggir maupun tengah. Bau terasa tidak alami. Ada bau lain yang muncul. Bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bekel, ungkapnya.
Sedangkan makanan yang mengandung formalin yang lebih dikenal sebagai bahan pengawet mayat ini juga dapat membuat makanan kenyal dan mengkilat. Namun makanan yang diberi formalin pada saat digoreng akan mengeluarkan bau yang perih di mata. Contohnya mie basah yang telah dicampur dengan formalin apabila ditarik seperti karet dan tidak patah. Sedangkan tahu mengandung formalin bentuknya sangat bagus, kenyal, tidak mudah hancur dan awet. Formalin juga ditemukan pada ayam potong, dengan ciri-ciri berwarna putih bersih dan tidak mudah busuk atau awet dalam beberapa hari.
Selain formalin dan boraks, beberapa jenis bahan makanan yang diuji BPOM juga mengandung bahan berbahaya, seperti pewarna tekstil, kertas, dan cat (rodamin B), methanyl yellow, amaranth. Pemakaian ini sangat berbahaya karena bisa memicu kanker serta merusak ginjal dan hati. Payahnya lagi, bahan-bahan ini ditambahkan pada jajanan untuk anak-anak, seperti es sirop atau cendol. Minuman ringan seperti limun, kue, gorengan, kerupuk, dan saus sambal.
Ciri makanan yang mengandung rodamin B, warna kelihatan cerah (berwarna-warni), sehingga tampak menarik. Ada sedikit rasa pahit (terutama pada sirop atau limun). Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya. Baunya tidak alami sesuai makanannya. Karena itu, Nyoman mengajak agar sekolah harus sudah selektif memilih makanan apa saja yang boleh dijajakan di sekolahnya. Karena makanan yang dijajakan di kantin sekolah dijamin oleh sekolah kebersihan dan terbebas dari bahan berbahaya.
Dari pelatihan tersebut pihaknya juga memberikan tes kit bahan berbahaya tersebut sebanyak 2 jenis kepada masing-masing sekolah. Tes kit ini dapat digunakan untuk menguji secara cepat apabila ditemukan pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya. Apabila ditemukan pangan tersebut tak boleh lagi diperjualbelikan di lingkungan sekolah. Oleh karena itulah, dalam hal ini pihak sekolah harus bertindak tegas menjaga kesehatan siswanya, tegasnya.
Sementara itu, umat Islam disunahkan berbuka puasa dengan yang manis. Manis identik dengan kadar gula tinggi, sehingga diharapkan glukosa darah segera kembali ke level normal. Selama berpuasa di siang hari, secara alami kadar glukosa darah menurun. Hal itu menyebabkan banyak orang merasa mengantuk, lemas, atau kurang mampu berkonsentrasi pada separuh waktu berpuasa hingga menjelang saat berbuka.

Kadar glukosa darah harus segera dikembalikan dengan mengonsumsi makanan atau minuman yang berkadar gula cukup tinggi. Lantas apa menu berbuka puasa Anda sekeluarga hari ini? Bila Ands bosan dengan kolak, kurma, pisang goreng, atau teh manis, tak ada salahnya mencoba es dawet.

Semoga dinginnya es batu, kenyalnya tekstur dawet, manisnya gula merah, serta wanginya perpaduan aroma daun pandan dan buah nangka, dapat membawa keceriaan saat berbuka.

Asal Banjarnegara

Es dawet merupakan jenis minuman khas masyarakat Banjarnegara, Jawa Tengah. Di Jawa Barat, produk yang sama dikenal dengan nama es cendol.

Saat bulan puasa, pedagang es dawet atau es cendol semakin banyak ditemukan. Minuman ini menjadi favorit karena bersifat menyegarkan dan dapat membuat konsumennya merasa bugar kembali setelah berpantang makan dan minum di siang hari.

Di Banjarnegara, pada awalnya produk ini hanya diperjualbelikan di warung-warung kecil menggunakan gerobak pikul. Karena enak dan menyegarkan, perlahan es dawet dapat diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.

Dewasa ini es dawet telah berkembang ke luar Jawa dan merambah ke seluruh daerah di Indonesia. Perkembangan tersebut diikuti oleh berbagai modifikasi, seperti perubahan warna dawet dari hijau muda menjadi merah muda atau putih, penggantian jenis buah nangka dengan durian dan buah lain, serta adanya penambahan bahan lain (cincau hitam, ketan hitam, ketan putih, tape).

Di masa lalu, ciri khas dalam menjajakan es dawet biasanya ditandai adanya gentong-gentong kecil berwarna cokelat. Belakangan ini pencitraan es dawet semakin baik, ditandai dengan lahirnya beberapa pengusaha waralaba (franchise), dengan ciri khas masing-masing. Di beberapa tempat, es dawet dijual dengan embel-embel nama, seperti es dawet ayu, es dawet lidah buaya, es dawet hitam, es dawet durian, dan lain-lain.

Penerimaan masyarakat yang semakin baik serta meningkatnya gengsi es dawet, mendorong produk ini semakin dikenal luas oleh masyarakat kalangan menengah ke atas. Tak heran jika saat ini es dawet banyak diperjualbelikan di berbagai kafetaria, restoran mewah, dan hotel berbintang.

Cara pembuatan

Intinya es dawet terdiri atas dua bagian, yaitu dawet dan kuah. Bahan utamanya tepung beras yang biasanya dicampur tepung tapioka atau tepung sagu. Campuran tepung ini membuat tekstur dawet atau cendol menjadi sedikit kenyal. Bagian kuah terbuat dari santan dan gula merah aren. Komposisi gizi bahan-bahan penyusun es dawet dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Komposisi zat gizi per 100 gram bahan-bahan penyusun es dawet
Komposisi Tepung beras Tepung tapioka Tepung sagu Santan Gula merah
Energi (kkal) 364 362 353 122 368
Protein (g) 7,0 0,5 0,7 2 0
Lemak (g) 0,5 0,3 0,2 10 0
Karbohidrat (g) 80 86,9 84,7 7,6 95
Kalsium (mg) 5 0 11 25 75
Fosfor (mg) 140 0 13 30 35
Besi (mg) 0,8 0 1,5 0,1 3
Vitamin A (RE) 0 0 0 0 0
Vitamin B (mg) 0,12 0 0,01 0 0
Vitamin C (mg) 0 0 0 2 0
Air (g) 12 12 14 80 9
Sumber: Direktorat Gizi Depkes RI, 2004

Cara membuat dawet cukup mudah. Mula-mula campuran tepung beras dan tepung tapioka atau tepung sagu diaduk merata, kemudian ditambahkan air dan direbus hingga mendidih dan meletup-letup. Adonan yang masih panas itu dituang ke dalam cetakan cendol, kemudian ditekan-tekan hingga adonan keluar dari cetakan berbentuk bulatan-bulatan agak panjang.

Cendol tersebut ditampung dengan wadah yang di dalamnya berisi es batu dan air dingin, supaya teksturnya menjadi kokoh dan tidak mudah rapuh. Bagian kuah dibuat dengan cara merebus santan kelapa, garam, dan daun pandan hingga mendidih, kemudian didinginkan.

Es dawet biasanya disajikan dengan gelas atau mangkuk. Cara penyajiannya diawali dengan meletakkan beberapa sendok gula merah cair di dasar gelas atau mangkuk, kemudian ditambahkan bagian dawet, irisan nangka, cincau hitam, ketan hitam, tape, dan lain-lain. Setelah itu, ditambahkan santan secukupnya. Agar lebih sedap, sebaiknya disajikan dalam keadaan dingin dengan menambahkan es batu atau es serut.

Dawet terdiri atas bermacam-macam warna. Warna dawet yang paling umum adalah hijau alami yang berasal dari warna hijau ekstrak pandan atau suji. Selain warna hijau, ada juga dawet yang berwarna merah muda atau cokelat yang berasal dari
penggunaan bahan pewarna.

Es dawet biasanya disajikan menggunakan air gula merah aren, sehingga rasanya manis. Sementara rasa es dawet yang gurih berasal dari kuah santan.

Tips Membuat dan Mengonsumsi Es Dawet

Hal-hal ini perlu dipertimbangkan agar pembuatan es dawet sehat dan aman:

1. Kuah es dawet sebaiknya dibuat dengan menggunakan pemanis alami (gula merah atau gula pasir). Es dawet yang menggunakan bahan pemanis buatan terkadang menimbulkan rasa pahit setelah berlalunya rasa manis.

2 Bagian dawet (cendol) sebaiknya dibuat dengan menggunakan bahan pewarna alami, misalnya daun pandan atau daun suji, bukan pewarna sintetis.

Adapun hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengonsumsi es dawet adalah:

1. Pilihlah dawet atau cendol yang berwarna putih atau warna lain yang tidak terlalu menyolok, misalnya hijau muda. Dawet yang berwarna menyolok, seperti hijau tua, merah muda (pink), dan lain-lain, biasanya menggunakan bahan pewarna sintetis.

2. Konsumsilah es dawet yang terbuat dari gula alami, seperti gula merah atau gula pasir. Hindari mengonsumsi es dawet yang terbuat dari bahan pemanis sintetis.

3. Es dawet memiliki nilai indeks glikemik tinggi, sehingga konsumsinya perlu dibatasi oleh penderita diabetes melitus atau yang yang sedang berdiet untuk menjaga berat badan.

4. Untuk membuat es dawet yang lebih sehat, ke dalamnya dapat ditambahkan potongan buah nangka atau buah lainnya. Buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat pangan yang baik. Adanya serat pangan menyebabkan daya cerna karbohidrat berkurang, sehingga mencegah kenaikan gula darah secara mendadak.

Es Dawet Sebagai Sumber Energi

Kandungan zat gizi es dawet sangat beragam, tergantung jenis dan komposisi bahan yang digunakan, serta cara pembuatannya. Salah satu contoh komposisi zat gizi es dawet dapat dilihat pada Tabel 2. Konsumsi segelas es dawet dapat menyumbangkan energi 95 kkal; protein 0,3 g; lemak 2,1 g, dan karbohidrat 18,3 g.

Tabel 2. Komposisi zat gizi per gelas es dawet
Zat gizi Es dawet
Energi (kkal) 95
Protein (g) 0,3
Lemak (g) 2,1
Karbohidrat (g) 18,3
Serat (g) 0,6
Natrium (g) 3
Kalium (mg) 21,0
Kalsium (mg) 0,
Magnesium (mg) 3
Fosfor (mg) 9
Besi (mg) 0,3
Dari berbagai sumber

Bahan penyusun utama dawet atau cendol adalah tepung beras yang dicampur tepung tapioka atau tepung sagu. Kandungan energi per 100 gram tepung beras, tepung tapioka, dan tepung sagu sangat besar, yaitu berturut-turut sebesar 364, 362, dan 353 kkal.

Selain itu, energi juga dapat berasal dari pemakaian santan kelapa dan gula merah.. Kandungan energi per 100 gram santan kelapa dan gula merah adalah 122 dan 368 kkal.

Es dawet sangat baik dikonsumsi saat berbuka puasa karena karbohidratnya (tepung dan gula) dapat segera diubah menjadi glukosa dan mengembalikan kadar glukosa darah secara cepat. Glukosa tersebut selanjutnya dimetabolisme menghasilkan energi. Energi yang dihasilkan dapat segera memulihkan stamina yang loyo akibat 14 jam berpuasa.

Selain dari tepung dan gula, sumber energi dalam es dawet juga berasal dari kuah santan. Santan yang digunakan biasanya tidak terlalu kental. Kandungan energi per 100 gram santan encer adalah 122 kkal.

Es dawet juga merupakan sumber mineral natrium, kalium, fosfor, magnesium dan besi. Tepung beras, tepung sagu, santan dan gula merah, selain merupakan sumber energi, juga kaya akan mineral. Kalsium dan fosfor merupakan mineral yang berperan dalam pembentukan pertumbuhan dan kesehatan tulang. Sedangkan zat besi sangat penting untuk pembentukan hemoglobin dan mencegah anemia. (fn/bk/cbn) www.suaramedia.com

2 komentar: